Tabuh genderang kebebasan sudah terdengar, saatnya mudiiik!!!. Hari ini adalah hari sabtu, 19 September 2009, sama seperti tanggal yang tertera pada tiket Batavia Jakarta-Medan yang sudah ku beli jauh-jauh hari. Malam sebelumnya mata ingin seakan tak bisa menutup tuk istirahat sejenak sebelum sahur datang, bukan karena nafsu menggebu-gebu untuk mudik, melainkan keharusan untuk mem-packing barang-barang bawaan. Tidak seperti mudik di tahun-tahun sebelumnya, mudik kali ini bawaanku sedikit berat, bahkan bisa dibilang jauh lebih berat dari biasanya. Normalnya aku mudik tidak memasukkan barang ke bagasi, karena yang dibawa cukup untuk masuk ke kabin, kali ini aku membawa sepeda. *Silent… Yup S.E.P.E.D.A., sepeda, boleh donk sekali-kali beda. Membawa sepeda ke luar kota mungkin masih jarang terlihat di Indonesia, namun hal ini mungkin sudah sering dilakukan oleh sebagian orang, bukan hanya untuk perjalanan dalam negeri, beberapa orang juga membawa sepeda untuk perjalanan ke luar negeri.

Mem-packing sepeda itu gampang-gampang susah. Hal yang harus dilakukan adalah pertama lepas roda depan dan belakang, dan masukkan ke dalam tas roda, jangan lupa untuk mengurangi tekanan udara di ban, karena beberapa maskapai tidak mengijinkan barang bertekanan untuk dibawa naik ke pesawat. Lalu lepaskan handle bar, pedal dan RD, kemudian lekatkan pada bagian frame agar terlindung dari benturan akibat bantingan sewaktu sepeda dinaikkan ke pesawat. Sebagai wadah sepeda, digunakan tas sepeda seharga 400rb yang dibeli dari member di forum sepedaku.com, tentu lapisan kain tas tak akan cukup untuk perlindungan sepeda untuk itu pada bagian dalam diberi lapisan kardus sepeda, bisa didapat dari toko sepeda manapun, kalo yang jual baik bisa dapat gratis, kalau sedikit komersil bisa mencapai harga 20rban Ha3, intinya sih tergantung pintar-pintar nawar. Kardus sepeda dipotong-potong sedikit bagiannya agar sesuai dengan tas, setelah jadi tinggal dimasukkan ke dalam tas. Part sepeda yang sudah dilepas-lepas tadi dimasukkan kedalam tas, lapisi bagian frame dengan koran atau bublewrap, saya sendiri menggunakan nitron *dapet dari kantor, sisa-sisa development tahun lalu ^^y, agar lebih aman pada bagian-bagian tertentu diselipkan sterofoam, seperti pada fork. Oiya hampir lupa, pasang spacer pada fork dan frame, agar bentuknya tetap ketika mendapat tekanan dari luar. Packing sudah beres, tinggal ditimbang, hari itu saya meminjam timbangan badan dari pak Erwan (Yang Punya Kontrakan), setelah timbang menimbang ternyata beratnya 23.5 Kg, wah bakal kena charge tambahan nih, perlu siapin duit tambahan sepertinya.

Perjalanan ke Bandara saya tempuh menggunakan bis Damri jurusan Bandara Soekarno-Hatta, yang untuk daerah bekasi pangkalannya terletak di belakang Giant, Bekasi Barat. Untuk Giant saya menggunakan taksi, maklum dulu waktu ke jogja pernah nyoba naik ojek ke terminal, alhasil sudah bayar tidak beda jauh dari naik taksi, tambah lagi sakit pinggang menahan tas yang terhembus angin kencang saat motor melaju ^^;. Perjalanan dari rumah ke giant menghabiskan sekitar 23rban, mahal ya? daripada capek :p. Tiba di Giant tas langsung saya bawa menuju bagasi bisa, Hmmppp… menahan nafas karena saking beratnya tas ini. Dari Bekasi menuju Bandara menghabiskan biaya 28rb.

Tiba di Bandara, tepatnya di terminal 1B, turun dari bis saya langsung ke sisi bagasi tuk mengambil tas, dan segera berjalan *sambil bawa tas, ukh.. beratnya sambil pasang muka sok kuat ^^; ke arah troli yang berjajar di tempat menunggu bis. Dari situ saya langsung masuk ke dalam tuk check-in, sempat ada perasaan khawatir apakah tas sepeda bakal masuk ke x-ray scan check, namun rasa itu langsung sirna seketika saat tas sepeda melaju mulus masuk kedalam mesin scan. Setelah itu mengantri untuk check-in di unit pelayanan tiket Batavia, disana sempat ditanyai apa isinya, saya jawab polos saja sepeda dan minta ditempeli stiker “Fragile”. Setelah ditimbang ternyata berat tas memang 23,5 Kg, sudah siap-siap sambil dompet, ternyata malah tidak kena charge, padahal beban maksimum yang diperbolehkan untuk 1 penumpang itu 20 Kg. Sambil senyum-senyum, memasukkan kembali dompet ke kantong dan memegang boarding pass saya berjalan menuju boarding room, sebelumnya beli buku dulu di periplus, maklum sepupuku Diah, sudah menagih hadiah ulang tahun yang dulu pernah ku janjikan.

Sambil menunggu di boarding room, saya buka laptop, memainkan game FM yang hampir 2 tahun tidak dimainkan. Tiba-tiba melintas 2 rekan sekantor yang juga akan pulang ke medan, si Zupe dan Barry. Ya sudah sambil menunggu kita ngobrol lama, mulai dari cerita si Zupe yang hapenya tertinggal di kamar gara-gara ulah si Barry yang menaruh hape Zupe di bawah bantal sampai aksi si Barry yang membuat heboh mushola bandara gara-gara salah ambil sandal orang ^^;. Sekitar pukul 13.00 kami naik ke pesawat dan kurang lebih 15 menit setelahnya kami sudah berada di udara, Medan Here I Come!!

Tiba di Medan sekitar pukul 15.00 namun baru keluar bandara 30 menit kemudian, karena menunggu bagasi dulu. Di luar bandara saya langsung disambut oleh Diah, sambil membawa tas yang berat ini dan diliatin beberapa orang, mungkin mereka heran, ini orang kecil-kecil kok bawaannya besar sekali ^^, di Medan tidak seperti di Jakarta, troli sangat jarang entah berada dimana semua troli ketika itu. Terpaksa dari lobi bandara sampai tempat parkir tas sepeda dibawa sendiri, untungnya ditengah jalan ada troli kosong, hi3 lucky. Saat memasukkan tas ke dalam mobil, tiba-tiba sepupuku berteriak dan melambaikan tangan ke arah jauh, ternyata itulah icha, temannya yang rencananya akan dikenalkan denganku, kebetulan saat itu tantenya juga datang dari jakarta, malah mungkin satu pesawat denganku. Tiba di rumah Om rahman di kawasan USU, ketemu Tika, sepupuku juga, beserta suami dan anaknya shipo yang baru berusia 2 bulan. Disana dan saat itu sepeda langsung dirakit karena sehabis buka rencananya langsung menuju ke kediaman mbah di asam kumbang.

Adzan magrib telah berkumandang, saatnya buka, sambil menyantap kolak pisang dan ditutup dengan nasi goreng. Senam-senam dikit untuk pemanasan, bersama dengan Om Rahman dan Diah naik mobil sebagai guide di depan, saya meng-gowes menuju kediaman mbah. Awalnya saya kira jauh ternyata cukup dekat, tak perlulah bermandi keringat, cukup bulir-bulir kecil. Sampai di kediaman mbah, saya langsung turun dari sepeda, masuk kedalam rumah dan berteriak Assalammualaikum!!, bulek-bulek yang ada disana spontan berteriak “Ardiiiii”, namun si mbah masih diam, dan menanyakan siapa ini *gubraks, tampaknya dia sedikit lupa dengan sosok saya, maklum sudah tua ^^;. Suasana pun jadi rame, rencana membuat kejutan sukses besar, walaupun beberapa dari tante-tante sudah ada yang tahu soal kedatangan saya.

A bike and his family

Malam itu dan untuk 5 hari ke depan saya tidur di rumah tante nanny, di kamar si Prima. Bersama dengan Ariq kami pun tidur di kasur yang sama bertiga, perebutan daerah kekuasaan kasur+bantal+guling pun sering terjadi Ha3 ^^.Takbir, Tahlil dan Tahmid Berkumandang di sekitar rumah malam itu, diiringi dentuman kerang kembang api tanpa henti, memeriahkan malam tanpa bintang malam itu.

Esok paginya gema idul fitri sudah dapat didengar selepas solat subuh, kami pun mandi dan bersiap menuju masjid yang berada di luar gang rumah. Solat ied berlangsung sekitar 1 jam, kami pun pulang dan bersiap ke acara maaf-maafan. Acaranya sederhana setiap mbah, anak dan cucu saling bergiliran saling memaafkan, dibuka oleh saya selaku perwakilan dari anak tertua ho3, dilanjutkan dengan sungkeman ke mbah akung dan mbah uti, tangis dan haru tampak di sebagian wajah-wajah mbah, om, tante dan sepupu.

The Soekarno's

Karena perut sudah keroncongan si mbah dengan gaya retro lucunya langsung menyuruh kita makan, ketupat, rendang, opor dan lain-lain sudah siap santap. Hmm.. Yummy benar-benar suasana khas lebaran yang ku rindukan.

Eat

Met Lebaran 1430H copy

Hidup adalah perubahan, baik disadari atau tidak masing-masing dari kita berevolusi menjadi sesuatu yang berbeda dari waktu ke waktu, contoh paling mudah adalah dengan memperhatikan balita yang belajar berjalan, perlahan tapi pasti mereka berkembang dari waktu ke waktu, mulai dari duduk, kemudian merangkak, berdiri, jalan terbata-bata dan akhirnya bisa berjalan lancar dan berlari. Apakah intinya? Intinya setiap perubahan selalu ada hasil akhir yang ingin dicapai, entah berapa lama dan butuh berapa tahap untuk sampai ke hasil tersebut. Walau perlu disadari, untuk beberapa hal, terkadang kita menginginkannya untuk selalu demikian (baca: tidak berubah).

Perubahan juga lah yang melatar-belakangi dilakukannya peng-upgrade-an bumblebee. Tentunya perubahan yang dilakukan disini harus berasaskan atas kebutuhan bukan demi gengsi atau prestise. Karena gengsi atau prestise selalu berbanding lurus dengan jumlah uang yang dikeluarkan tapi tidak dengan kebutuhan. Bikin rumus ah..

Σ(Uang)/kebutuhan=Prestise…(1)

Riwayat peng-upgrade-an dimulai dari ban, waktu itu untuk mengikuti event sunset ride anyer diperlukan ban dengan pentul-pentul *entah apa istilahnya*, semetara ban default yang ada adalah untuk comutter dengan bagian tengah ulir jalan raya dan pinggirnya ada pentul-pentul tapi dikit. Tentunya akan sangat berbahaya menggunakan ban dengan karakter jalan raya pada medan cross country yang notabenenya penuh dengan bebatuan, kerikil-kerikil halus dan lintas makadam menjebak. Atas dasar itu akhirnya ban default bumblebee di upgrade ke ban Kenda Karma 26″x2.0, pentul-pentulnya ada tanda minus dan plus, entah apa kaitannya dengan karma, dan fungsinya pun tak jelas *g ada buku manualnya sih. Ban tersebut dibeli dari Om Asol seharga 300ribu sepasang, sudah termasuk ban dalam juga.

Dengan bermodalkan upgrade hanya pada ban berangkatlah diriku ke Sunset Ride Anyer, awalnya masih takut-takut kalau melewati turunan dengan medan berbatu-batu diselingi kerikil-kerikil kecil yang kadang menjebak (baca: salah dikit bisa nyosor), setelah beberapa kali melewati medan dengan tipikal yang hampir sama, akhirnya lepaskan rem, konsentrasi di kontrol handel bar dan titik berat, sensasi yang dihasilkan wuuuh Luar Biasa!!. Ditambah lagi dengan iringan musik dari ipod yang menderu-deru membakar semangat, jadi suara-suara menakutkan dari baik dari batu-batu yang terlindas maupun suara kraaak kreekk dari drivetrain diabaikan begitu saja (bukan contoh yang baik dalam bersepeda :p).

Akhir cerita dari Sunset Ride Anyer, walaupun berhasil finish, tampaknya si bumblebee mulai aneh, shifting gear mulai kacau (baca:suka lompat-lompat atau tidak sesuai settingan pada shifter), lalu shifter jadi kerasnya minta ampun, sampai pergelangan tangan nyeri setelah event Sunset Ride. Hal ini kemungkinan si bumblebee terlalu dipaksakan ketika menghajar track menuju Anyer, sehingga ya begitu itu, settingannya amburadul.

Berpikir dan berpikir keras, bertarung argumen dengan diri sendiri sampai menghabiskan waktu berminggu-minggu, untung tidak sampai ngomong sendiri :p akhirnya diputuskan untuk meng-upgrade pada sisi drivetrain, karena kebutuhan akan ketahanan sepeda dalam menghadapi track cross country. Untuk budget diambil dari THR, dengan konsekuensi tidak belanja baju dan celana saat menjelang lebaran (No problemo, baju lama masih bagus-bagus). Yup upgrade dimulai dari Crankset, menggunakan Crankset Shimano Alivio plus Bottom Bracketnya juga Alivio, didapat dari penjual online Om Bernad (Lapak KeaKea).

DSC05268

Untuk Front Deraileur juga menggunakan FD Shimano Alivio, dibeli dari penjual yang sama. Untuk Rear Deraileur, saya sengaja memilih yang 9-speed, biar lebih nyaman dalam menjajal track tanjakan, dipilihlah RD shimano deore 592, didapat dari situs penjualan online sepedamtb.com.

DSC05269 copy

Nah untuk Cassete Sprocket dan Rantai, disamakan dengan RD, menggunakan CS dan Rantai dari Groupset Shimano Deore, tapi masih yang series lama, kalau RDnya sudah pakai series baru. Perbedaan yang nyata dari series baru dan lama adalah pada berat masing-masing komponen, yang lebih baru beratnya lebih ringan beberapa gram. Untuk shifter saya terkena racun sakti, dan akhirnya menggunakan shifter Shimano SLX 660, dengan harga lumayan bisa dapet 16 paket combo 1 KFC. CS, Rantai dan Shifter didapat di toko Nusantara Makmur.

DSC05267

Hampir lupa, stem dan handle bar juga diupgrade untuk mendukung shifternya, ya tentunya harus nambah lagi buat grip. Dan satu lagi karena 9-speed, otomatis Hub default dari bumblebee tidak compatible, jadi harus ganti lagi *capee dech*, hub diupgrade ke hub formula non bearing. Total biaya kira-kira mencapai 1.XXX.000 IDR, saya tidak ingat dan tidak mau mengingat lagi, dah keburu pusing sih :p.

DSC05271DSC05270Nah upgrade terakhir pada tahap ini adalah dari sisi suspensi, bagian fork depan sekarang dirasa sudah tidak empuk lagi, sangat tidak nyaman ketika menghajar jalan-jalan berlubang. Dari berbagai macam merk fork murmer, mulai dari RST Gila, RST Launch, dan lain lain, akhirnya dipilihlah Suntour XCR dengan travel 120mm preload. Pada sesi uji coba menggunakan fork ini, hwaaaah mantaps rasanya, lumayan lembut ketika menghajar polisi tidur.

DSC05266Tentunya upgrade ini tidak berhenti sampai di sini saja, dengan pertimbangan kebutuhan di masa depan, bukan tidak mungkin proses upgrade tahap 2 akan dilaksanakan. Tentunya selalu berasaskan kebutuhan. Prinsip Upgrade AJe!!

Untitled-1

Aah it’s already august, this is the time when we’ll celebrate our independence day every year. Red-White flags and the other various of flags are everywhere, a lot of local competition like balap karung, children games, football using sarung or daster, etc already held on the beginning of the month.

My mind is hungry of more adventure after doing Cross Country by bike to Anyer last week :p. Hmm.. Jogja sounds nice to visit for this long weekend (15-17 august), but just ordinary visit seems so dull for me. Time to change our habit now!! bring also the bike will be damn crazy idea :D . First we should have the ticket, the train ticket to jogja is so impossible to get in this long weekend (already sold out), the option are whether to buy it from “calo” or use bus as alternative transportation. Well, buying ticket from “calo” will be so expensive and this vacation will not worthy anymore. So I took the bus, with only spend 125.000 IDR.

The transportation issue is solve, next i have to buy a big bag to wrap up my bike. By searching in site sepedaku.com, i found one seller, he offers me his own made mtb-travel bag for price 400.000 IDR, quite expensive huh, but it’s worth it. Next, packing a bike is quite an art, it’s not simple to packing whole bike part into one bag, it’s take some knowledge cause your bike will take the cost if the way you packing not safe enough to cover the bike part, that’s why i searching and learn all tutorial about “travel with bike”, “how to pack your bike”, etc. Do it your self that’s the fun of packing a bike, from those activity you can understand a lot of bike part and its mechanism.

On Friday, after i finished my activity in the office, i went directly to bus pool, with my bike bag already there the night before, so don’t have to worried how to bring those bag after work. Right at 7.00pm the bus arrives, and we’re depart to jogja!!!

Arrive at Jogja around 9.00 am and unfortunatelly i’ve got fever… arrghh!! but vacation have to goes on, have a long sleep rest at the afternoon, on the night i am ready for nite ride. First of all my plan is having a good meal for dinner, yup i went to phuket resto near UKDW. Hmm… Yummy Slrrp!! Roti Cane, Salad Mangga Muda, Nasi Kari Ayam Khas Phuket so delicous. Next on the plan is muter-muter malioboro.. Horay!! enjoy the nite life in malioboro, i miss this place so.

The next morning when i  am gonna go to Pabrik Pembuatan Bakpia 25, i saw some interesing view in McD Drive Thru, Ooh they’re having a test ride for Polygon Bike New Models, Goo get in!! In there i’ve got t-shirt and drink bottle for free, yuppy!! and also take a picture with 45 millions IDR’s bike ^^;

Continue my journey to Pathuk Street, explore pabrik bakpia 25, hmm.. interesting!! Have to go home and prepare for back to bekasi -.-

IMG_1534

You.. Soft and only

You.. Lost and lonely

You.. Just like heaven

Event: Cikarang MTB Sunset Ride To Anyer Beach

Location:

Latitude = -6.0545, Longitude = 105.9277
Lat = 6 degrees, 3.3 minutes South
Long = 105 degrees, 55.7 minutes East

EOS 1000D + 18-55mm

DSC04970

Event: Cikarang MTB Sunset Ride To Anyer Beach

Location:

Latitude = -6.0545, Longitude = 105.9277
Lat    = 6 degrees,   3.3 minutes   South
Long = 105 degrees,   55.7 minutes   East

DSC-T2 plus AP LiteRum

Bike 4 Life


I want to ride my bike
I want to ride my bicycle
I want to ride it where I like

Event: Bekasi Fun Bike Carnaval 2009

Location:
Lat = 6 degrees, 17.3 minutes South
Long = 107 degrees, 8.1 minutes East

DSC-T2

DSC00123

And everything you’ve given me
I always keep it inside
You’re the driving force in my life, yeah
There isn’t anything
Or anyone I can be
And it just wouldn’t feel right
If I didn’t have you by my side
You were there for me to love and care for me
When skies were grey
Whenever I was down
You were always there to comfort me
And no one else can be what you have been to me
You’ll always be you always will be the girl
In my life for all times

A Song For Mama by Boys II Men

Jadi ingat masa-masa survey sepeda dulu, waktu itu iseng bareng si nyet-yudi liat-liat sepeda di Roda Link kalimalang. Kesan pertama begitu masuk, Hwaaaaah… keren-keren sepedanya euy!! belum puas di lantai satu, kami pun langsung menjelajah ke lantai dua, di sana sudah menunggu seorang wanita muda yang kipas-kipas pake brosur. Dengan sotoy-nya saya tanya-tanya, mulai dari sepeda yang cocok buat newbie, bedanya full suspension dengan hard tail, harga, namun sayangnya lupa nanya nomor telepon dan alamat rumah :D . Mendengar penjelasan dari si mbak, saya cuma bisa manggut-manggut pura-pura ngerti :D , banyak istilah-istilah yang pernah tau tapi ga ngerti sampai baru denger tapi pura-pura ngerti *parah. Sampai dapetin si Bumblebee pun saya masih belum paham betul semua tentang part sepeda, jadi klo para senior di kantor sibuk ngomongin sepeda, saya cuma bisa melongo sambil manggut-manggut :D .

Mulai ikut-ikutan gabung di B2W-Indonesia, saya mendapat info/masukan buat upgrade BB standar Polygon edisi B2W ke Nokia?? O_o apa tuh maksud?? ternyata cuma joking, maksudnya BB tu Bottom Bracket, klo bawaan dari sananya sih katanya suka bunyi-bunyi gitu hanya dalam beberapa bulan, maklum part ekonomis. Semangat meng-upgrade membara *padahal kena racun sepeda. Berangkat dari keinginan untuk meng-upgrade si Bumblebee, saya mulai minta wejangan ama mbah google. Mulai dari situs-situs lokal sampai international hmmmm… lewat!! belum habis saya baca, cuma di-bookmark aja :-p. Tapi dari hasil quick read itu beberapa hal berhasil saya mengerti, seperti bagian-bagian dasar dari sebuah sepeda MTB

new_bike-parts-L3

Nah mulai dari Frame ato gampangnya body-nya sepeda lah. Terus ada Wheel & Rim, si ban dan si velg. Klo untuk Rem ada dua jenis, ada yang v-brake ato jenis rem sama kayak sepeda-sepeda yang dulu sering kita pake, masi pake karet trus dijepit dan ada juga disc brake ato rem cakram. Trus ada Seat Post ato kerennya sadle :D . Nah kalo udah bagian-bagian yang kecil-kecil di daerah sadle ke bawah bingung deh jelasinnya, tapi semuanya tergabung dalam Groupset. Untuk penjelasannya disadur dari blognya om Asbindoro *numpang nyontek ya om. Groupset adalah seluruh komponen mekanik untuk membangun sebuah sepeda. Groupset adalah bagian sepeda yang melekat bersama dengan frame, fork, stem, wheels, tires, sadle, dan handlebars sehingga membentuk sepeda yang utuh. Groupset terdiri dari :

  • Alivio.image.+media+images+cycling+products+bikecomponents+SL+SL-M410_448x336_v1_m56577569830637221_dot_jpg.bm.108.81Shifter (tuas pemindah gigi), kiri (depan) dan kanan (belakang)
  • imageslverBrake lever (tuas rem), kiri (depan) dan kanan (belakang)
  • Alivio.image.+media+images+cycling+products+bikecomponents+BR+BR-M421-L_448x336_v1_m56577569830637204_dot_jpg.bm.108.81Brake caliper (rem) bisa berupa v-break atau diskbrake: front and rear
  • Alivio.image.+media+images+cycling+products+bikecomponents+RD+RD-M410-S_448x336_v1_m56577569830637220_dot_jpg.bm.108.81Alivio.image.+media+images+cycling+products+bikecomponents+FD+FD-M412_600x450_v1_m56577569830637217_dot_jpg.bm.108.81Derailleurs (pemindah gigi): front and rear
  • shimano stx headsetHeadset (pengikat steering tube fork dengan stem)
  • imagesBottom bracket (as tengah)
  • Alivio.image.+media+images+cycling+products+bikecomponents+FC+FC-M410-L_448x336_v1_m56577569830637210_dot_jpg.bm.108.81Crankset (gear depan lengkap dengan lengan kayuh kiri kanan)
  • Alivio.image.+media+images+cycling+products+bikecomponents+CN+CN-HG50_popup_v1_m56577569830550049_dot_jpg.bm.108.81Chain (rantai)
  • Alivio.image.+media+images+cycling+products+bikecomponents+CS+CS-HG50-8I_600x450_v1_m56577569830637209_dot_jpg.bm.108.81Cassette (gear belakang yang terdiri dari 7 – 10 gear)
  • Alivio.image.+media+images+cycling+products+bikecomponents+HB+HB-MC12-P_popup_v1_m56577569830637266_dot_jpg.bm.108.81Alivio.image.+media+images+cycling+products+bikecomponents+FH+FH-MC18_600x450_v1_m56577569830637265_dot_jpg.bm.108.81Hub and free hub (as roda depan dan belakang)
  • Perkabelan dan rumah kabel

Nah kayaknya ilmu saya baru sebatas itu dulu sementara, mau melanjutkan mencari ilmu ke mbah-mbah sepeda yang sudah senior *browsing mode on.

Tampaknya kondisi ekonomi tidak mempengaruhi nafsu menderu-deru penduduk Indonesia untuk memilik kendaraan bermotor, entah atas alasan gengsi ataupun kebutuhan. Mudahnya kredit yang diberikan oleh dealer-dealer nasional lebih memantapkan naiknya angka penjualan. Salah satu contohnya adalah pada saat saya mengunjungi salah satu Mall di Jakarta, dimana berdiri tegap bagai penggerek bendera, banner-banner bertuliskan cukup dengan foto kopi KTP dan KK bisa bawa pulang motor WTF!!, mungkin untuk mobil agak sedikit rumit dah mahal. Mungkin ini salah satu penyebab makin ramainya lalu lintas dengan kendaraan roda dua.

Saat pertama masuk kerja saya pernah bercita-cita, “Nabung ah, pengen beli Yamaha-Vixion, keknya keren, g terlalu besar lagi”. Itulah yang ada di pikiran saya saat itu, didorong oleh kebutuhan akan transportasi untuk kerja, turing dan lain-lain serta Gengsi tentunya. Seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai muak dengan motor-motor yang berseliweran tidak karuan di jalan-jalan, terutama lintas kalimalang Bekasi~Cikarang, ditambah lagi dengan perilaku pengendara yang tidak dewasa, main kibas kiri~kanan ga jelas. Haah!! kapan negeri ini akan dewasa dengan sikap perilaku seperti itu, tiada rasa hormat antara pengendara satu dengan lainnya, jelas SIMnya pasti nembak semua *termasuk saya hihihiihihi.

Setiap sabtu biasanya saya masuk kerja (Over Time) tidak naik bus jemputan, biasanya sih nebeng temen. Seperti biasa salah satu jalur favorit adalah lintas kalimalang, kondisi dari pagi sampai menjelang malam selalu full motor, sedikit berbahaya bagi pengendara motor yang kurang handal, terutama ibu-ibu, cewe berjilbab ama bapak-bapak PN yang dah berumur hehehhehehe no offence lho. Alhasil begitu sampai kantor, Jaket dah seragam sudah bau bensin campur oli, Arggh!! tuh kan tambah muak lagi.

Rentetan peristiwa santapan sehari-hari ini membuat saya berpikir, sampai kapan akan begini negeri kita tercinta, rusak sudah lingkungan kita, mulai dari polusi udara, suara sampai sampah-sampah yang seenaknya diterlantarkan, ditambah lagi perilaku pribadinya yang sudah sangat buruk dilihat dari sisi moralitas *mungkin efek polusi sudah menurunkan tingkat kecerdasan kita untul berpikir panjang, yang ada hanya nafsu dan amarah. Banyak yang bilang perubahan dimulai dari diri sendiri, namun hanya sedikit yang melakukan perubahan itu sendiri, sampai akhirnya musnah tanpa arti. Untuk itu saya memutuskan untuk membatal rencana saya untuk membeli Yamaha~Vixion dan menggantinya dengan Sepeda~Onthel. Demi “Terciptanya Lingkungan Hidup yang Sehat”.

Dari keputusan itu saya mulai mencari-cari sumber informasi mengenai sepeda, mulai dari survey harga ke Hyper-Market seperti Carrefour maupun Giant, sampai datang langsung ke dealer utama sepeda. Dan diambil kesimpulan, ternyata mahal ya!! Sepeda yang saya incar pertama adalah Polygon Premier, menurut beberapa situs yang membahas sepeda, jenis ini cukup baik untuk pemula. Tapi harganya itu lho, Rp. 1.895.000,00. Uang sih ada, tapi untuk sekedar bersepeda tampaknya bagi saya masih termasuk mahal untuk harga segitu. Tapi dimana ada niat baik disitu selalu diberikan jalan oleh Allah SWT. Beberapa hari kemudian, rekan kerja di kantor ada yang menawarkan sepeda Polygon edisi B2W yang baru saja dipakainya selama dua bulan, kemudian dia kehilangan hasrat bersepeda. Sebenarnya dia juga masih ragu untuk menjualnya atau tidak, namun tanpa buang-buang waktu langsung saya kasih penawaran 1,3 juta *nawar sadis hihihihiihii. Akhirnya dia minta waktu sekitar empat hari untuk menimbang-nimbang beberapa aspek sebelum menjualnya. Masa menunggu berakhir, akhirnya dia mengirim sms penawaran harga, “Je, saya jadi jual sepedanya 1,5 juta ya, sudah lengkap helm, tempat minum, standar dan bel”. Tanpa pikir panjang langsung saja saya deal-kan, karena memang segitulah yang saya bayangkan. Uang diserahkan sepeda diambil, langsung lintas Cikarang~Bekasi. Kesan pertama adalah capee dan aduh!!! selangkangan nyeri :p.

DSC04539 copy copy

Dua bulan sudah saya berkelana dengan Bumblebee *begitu saya memanggilnya, kalo dibilang niru Transformer, masa bodo :p*, Ternyata asik juga apa lagi kalau sudah melintasi jalan penuh lubang, saya suka sensasi menghindar, lompat dan oper gigi, luar biasa menurut saya. Menyalip Mobil atau Motor adalah penghargaan tersendiri bagi saya hehehehe, masi maniak ngebut.

DSC04537 copy copyBiasanya untuk agenda Bike to Work, sengaja saya pilih pada hari Jumat, karena ditakutkan akan menggangu performa kerja akibat kelelahan jika rutin B2W dari Bekasi~Cikarang setiap harinya. Pada Jumat malamnya biasanya saya menginap di rumah salah satu rekan kerja, besok paginya masuk kerja (Over Time), sorenya main bola, malamnya pulang ke bekasi dalam mode nite~rider.

DSC04538 copy copy

Perlengkapan yang biasa dibawa ketika akan Bike to Work:1

1. Tas berisi alat mandi, handuk dan pakaian ganti.

2. Perlengkapan yang selalu dibawa saat kerja seperti handphone, dompet, name-tag dan kunci laci

3. Minuman.

4. Ipod dengan volume 80% biar mantabz.

5. Helm, Kacamata dan Masker

C’mon “Let’s reduce pollution & preserve natural resources while improving your healthiness and fitness”, seperti misi yang diemban oleh B2W-Indonesia :D . Mari kita rubah kebiasaan buruk yang sudah mendarah daging demi masa depan yang lebih baik.