Articles

[Gowes] Km. 0 Bojong Koneng

In Aje's News, Bike, Road Trip on February 15, 2010 by ardisama84 Tagged: , ,

Dua hari setelah gowes ke Curug Nangka, hujan sepanjang sore sampai malam mengguyur kota jababeka-cikarang, waktu di kantor menunjukkan pukul 22.00, mau ngga mau terpaksa pulang dengan menggenjot sepeda dalam keadaan hujan gerimis deras. Alhasil dari gowes-nekat-malam-malam-hujan-lagi memakan korban, yaitu kaos legendaris marko pertama, bagian depan dan belakang habis kecipratan lumpur aspal khas cikarang yang susah hilang. Besoknya seperti biasa gowes ke kantor pake sepeda, awalnya tidak ada yang aneh pagi itu genjot seperti biasa, namun petaka aneh terjadi ketika memasuki pintu masuk kawasan industri Jababeka, tiba-tiba daya genjot sepeda seperti hilang, ternyata rantai turun akibat Hub belakang locking, alhasil sepeda harus digenjot terus tanpa henti agar rantai tidak turun, permainan gigi tinggi pun terpaksa harus dilakukan *Ukh Berat. Besoknya Si Bumblebee terpaksa dikandangin untuk sementara *Hiks.

Absen dari gowes harian, cuma bisa baca-baca milis cikarang-mtb yang pada ributin gowes ke manglayang dan bojong koneng, untuk gowes ke manglayang masih terjadi persaingan sengit di polling rencana berangkat, dari info terakhir event ini bakal dilaksanakan pada tanggal 7 Maret, masih lama, masih sempat buat beresin masalah Hub. Keesokan harinya, ketika sedang asik magabut ria, tab chat tiba-tiba berkedip-kedip, oh ternyata dari Om Owi, “Ada apa Om?” tulisku di layar chat single, “besok sabtu gowes ke Bojong koneng, ikut ya” balas Om Owi, entah kenapa ga terpikir kalo sepeda masih harus masuk bengkel langsung saja saya jawab “OK, berangkat”. Sore itu langsung saja meluncur ke AA Bike untuk memperbaiki Hub yang sudah seret, dengan sedikit memanfaatkan jasa seorang teman yang rela mengantarkan pp. sampai kesana, sebentar bukan rela begitu saja, jasa itu sebanding dengan Mie Ayam Bakso plus Es Tea *Hiks, tekor dah. Sepanjang jalan ke AA Bike tangan kiri memegang ban belakang, pegal-pegal ketika tiba di AA Bike pun tak terhindar, efek-efek gemetar masih terasa sampai pulang *Hiks lagi. Sampai di kos, setelah sebelumnya solat magrib, langsung bawa peralatan tuk pasang ban belakang dan pedal bearing baru, tapi hasilnya Hub belakang masih sedikit seret dan berbunyai kraak kreek, duh seperti harus ganti Hub baru nih, jadi berangkat ga ya?.

Hari Jumat dijadikan hari trial untuk memutuskan apakah sepeda layak berangkat atau tidak. Setelah berpikir keras dan keras dan akhirnya tak menemukan jawaban, akhirnya diputuskan nekat saja berangkat, dengan pertimbangan Hub hanya locking kalau kondisi sepeda dalam kecepatan lambat dan pedal tidak digenjot. Malamnya pukul 22.00 loading sepeda di rumah Om Andri, roda dilepas agar bisa masuk ke mobil avanza milik Om Andri. Sip semua beres tinggal beli bekal dari istirahat biar besok bisa bangun pagi.

Pukul 4.30 dini hari, “Tiiriiririirtititiitit… Tiiriiririirtititiitit…” alarm hape berbunyi, kondisi mata merem-melek pingin tidur lagi, minum air putih, langsung ke kamar mandi, guyur aer, mandi dah. Keluar kos pukul 05.30, panggil abang ojek, “Priwiit, AlfaMidi Bang” sahutku. Tiba di AlfaMidi kondisi masih sepi, langsung sajabuka tas dan keluarkan roti isi coklat sarikaya dan botol air minum 1 liter. Baru menikmati irisan roti kedua, sebuah Honda Freed parkir tepat di samping saya duduk, ternyata berisi Om Tunggul dan Om Heri, tak lama kemudian Om Ardian *pake sama-samain nama nih orang*, Om Andri dan Om Owi pun tiba. Tepat pukul 06.00 rombongan kami berangkat menuju Sentul City, total ada 14 orang yang ikut pada gowes santai minggu ini.

Pukul 07.00 tiba di exit pintu to Sentul Selatan *bener ga ya?* langsung menuju ke lokasi Taman Budaya, untuk parkir dan drop out sepeda, ternyata di Taman Budaya sedang berjalan event Valentine DH, beberapa rekan sempat ngacir ke lokasi event untuk melihat-lihat kompetisi Down Hill tersebut *Sepeda yang dipakai peserta event DH keren pisan euy*. Pukul 08.00 briefing terlebih dahulu sebelum gowes nanjak, berdo’a  yup selesai, berangkat!!. Melihat latar pemandangan pegunungan yang indah, beberapa peserta terbuai dan langsung ngacir kilat, apalagi belum-belum sudah ada turunan curam. Tragedi baru terjadi cuma beberapa ratus meter di depan, tanjakan demi tanjakan tanpa turunan harus di gowes, haus akan turunan, ternyata yang ada hanya jalan datar, dahaga pun tak terobati. Karakter jalannya aspal, berlobang-lobang, di beberapa tempat sangat rusak. Baru 2 km keringat sudah bercucuran, musik yang diharapkan tuk jadi penyemangat pun tak berpengaruh lagi, kunang-kunang berkeliaran di atas kepala, padahal belum juga siang. Akhirnya memutuskan untuk istirahat sebentar, sambil bercengkrama dengan ibu-ibu lokal setempat. “Mau kemana mas?” tanya ibu itu, “Ke atas bu” jawabku *jelas-jelas nanjak masa mo turun*, “Mo ke air terjun?” tanya ibu itu lagi, “Aaa.. Km 0 Bu” jawabku lagi, dan basa basi berlangsung beberapa menit, kemudian langsung gowes nanjak lagi. Di depan terlihat Om Andri juga rehat sebentar, “Ayo Om” sahutku memberi semangat. Sekitar 100 meter di depan, Om Ratman tiba-tiba muncul di ujung jalan tanpa sepeda, “Lloh ngapain ni orang” pikirku, ternyata dia habis tidur-tiduran *heee?*.

Gowes dilanjutkan sampai tiba di sebuah tanah lapang, disana sudah menunggu Om Ratman, Om Acu dan Om Andri, beberapa anak-anak lokal terlihat sedang bermain bola, merebahkan badan sejenak sekitar 10 menitan, lanjut lagi gowes. Tidak lama menggowes bayangan rombongan terdepan (Kang Yadi, Om Didi dan Om Alex) sudah terlihat, eh loh eh, ternyata ini sudah km. 0. Tiba di km 0 langsung di isi dengn lontong, gorengan, air mineral campur pocari, sambil menikmati alam pengunungan yang indah dan sejuk, tak lupa ber-narsis ria.

Pukul 11.00 para goweser turun dengan rute yang berbeda, rute ini beraspal lumayan, namun agak lebar dan dilalui kendaraan bermotor yang cukup sering lalu lalang. Tercatat ketika melalui turunan, kecepatan mencapai 65 km/j. Tiba di taman budaya sekitar 15 menit, langsung memposisikan diri di event Valentine DH, melihat-lihat event dan trek DH untuk pertama kali. Dengar punya dengar ternyata ada yang nyasar indah, itulah Om Yadi dan Om Andri, tadinya kiranya sedang nonton Event DH tenyata malah nyasar😀.

Sekitar pukul 12.00 sepeda sudah diloading, siap-siap untuk makan, kali ini sasarannya adalah Sate Kiloan, langsung menuju TKP. Tempatnya lumayan cozy dekat pinggiran sungai dengan pohon bambu yang rindang, pelayanannya pun cepat, tidak begitu lama sate, tongseng dan sop sudah siap disaji, top markotop lah, rasanya jangan ditanya lagi deh, sampai sekarang masih ngiler kalo membayangkan waktu itu *srlllp. Waktu menunjukkan pukul 13 lewat, saatnya pulang.

Ada kejadian unik di tol, tiba-tiba kaki kiri Om Owi keram, saya yang sedang asik bermimpi tiba-tiba terbangun, mobil langsung menuju jalur darurat, dan posisi driver digantikan Om Andri, sedang Om Owi sibuk oles-oles counterpain😀. Tiba di Om Asol sekitar pukul 14.30 langsung solat dzuhur, ngobrol-ngobrol sebentar. Langsung cabut tuk pulang.

*Nambah pic buat yang penasaran dimana sih lokasi “sebenarnya” Km. 0

8 Responses to “[Gowes] Km. 0 Bojong Koneng”

  1. kamera siapa tuh jek..?? punya lu ya

  2. EOS 350D, punya temen, gua mah masih setia sama T2 wakakka *g modal beli SLR

  3. wah wah masih setia dengan gowesan ternyata.
    mantab, sering turing y sama om om

  4. wah bodi kojek nambah jadi aja nih kalo gowes terus…

    tambah jadi item mangsudnya…

    *kabur, gowes sepeda onthel*

  5. @aan: yang seumuran juga ada kok an, foto diatas buktinya. kakek-kakek juga ada dulu
    @tupic: demi naikin berat pik lumayan kemaren medical check naik 3-4 Kg😀

  6. ooo itu Km 0?

  7. KM 0 ya Om…
    Tiap Sabtu-Minggu ke sini.
    Cuma 2jam darirumah (Citayam)
    Kalau dari Sentul citiy mpe atas mungkin ga ada satu jam.
    sorry ga pernah ngitung waktu pasnya…
    Rute favorit saya neh Ommm.

  8. salam kenal.
    mdh2an informasi ini bermanfaat.
    Jika nanti perlu untuk merental sepeda untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan/ event-event tertentu, kami berharap bisa menghubungi My Bike yang khusus merentalkan sepeda. My Bike ada di bandung di jln. jalaprang, no. 3 sukaluyu surapati bandung. untuk lebih jelasnya, klik aja website my bike di : http://www.rentalsepeda.com
    thx ya, Arnold
    0817 230 8338

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: