Articles

[Gowes] Curug Nangka

In Aje's News, Bike, Road Trip on February 4, 2010 by ardisama84 Tagged: , , ,

Sejak mesin bumblebee diupgred levelnya, sampai 29 januari 2010 kemampuannya belum teruji di lintasan luar kota alias cuma lintas kantor-kos yang jaraknya ga nyampe 5 km. Kebetulan rekan-rekan goweser Cikarang-mtb mengadakan gowes akbar on road IPB – Curug Nangka via Cinangneng dan Curug Luhur, wah kesempatan nih. Sore hari pulang dari kantor, langsung menuju AA Bike untuk setting RD yang mulai tidak karuan semenjak event gowes-ato-nenteng-sepeda (Ultah AA Bike). Sore itu bersama dengan Om Fajar (Salah satu insan goweser aktif Samsung), berangkatlah kami ke AA Bike dengan kondisi atap langit kelabu mendekati hitam, Seram!! Suara kayuhan kreat-kreot pedal yang sudah karatan  bersatu dengan deru mesin-mesin bermotor menjadi orchestra sore itu.

Tiba di AA Bike, kami langsung disambut Om Asol yang pemilik toko, mobil truk box juga sudah stanby siap tuk mengangkut sepeda-sepeda goweser yang akan berpartisipasi pada event besok. Tiba-tiba datanglah hujan disertai gemuruh petir, “waduh” pikirku, harus balik ke Samsung dalam kondisi hujan begini? *maklum blum scan pulang :p, sudahlah, hajar saja, anggap saja cobaan. Utak-atik sepeda baru selesai sekitar jam 9.30 malam, dari situ langsung pamit ke Om Asol langsung menuju ke Samsung cuma buat scan pulang, semangat ’45 menggebu-gebu, karena setelah itu masih harus ke tempat Om Owi untuk loading sepeda *berangkat ke Bogor bareng dia. Tiba di Samsung jaket Puma satu-satunya sudah basah dan bernoda tanah Ooh Crap!!, apa mau dikata setelah scan pulang langsung cabut ke arah rumah Om Owi. Malam dingin pukul 22.00, baju basah, masih tetep hujan pula, namun semangat ’45 masih berkobar, tancap gas pol!! Tiba di rumah Om Owi, beberapa sepeda sudah diloading di bagasi Toyota Avanza milik Om Andre, langsung saja lepas roda, masukkan frame, bungkus!! siap untuk berangkat besok. Sebelum pulang ke kos mampir dulu ke alfamart, cari bekal. Habis itu langsung pulang, masak mie, makan bentar, mandi, solat, lihat jam menunjukkan jam 1.30 dini hari langsung tidur.

Tituttituttitut… tituttitut… bunyi alarm hape dengan irama konstan membangunkanku tepat pukul 4.00 pagi. Urgh badan masih terasa berat, tidur setengah jam lagi. “Allahuakbar… Allahuakbaaar!!” gema adzan subuh berkumandang, langsung otomatis bangun, cuci muka, sikat gigi, ambil wudhu, langsung solat. Pukul 5.00 keluar dari kos, langsung disambut oleh tukang ojek. “Ke jalan antiloph bang” seruku pada abang ojek. Tepat pukul 5.30 bersama keempat rekan goweser lain menuju ke AA Bike untuk berangkat menuju Bogor.

Tiba di exit tol Bogorpukul 7.30, kemudian secara beriringan 12 mobil + 1 truk box pembawa sepeda parkir di boulevard IPB Darmaga. Setelah briefing gambaran route dan safety remainder, start dilakukan jam 08:30 dari IPB yang berelevasi 203 mdpl target pertama adalah Curug Luhur 628 mdpl via jalan Cinangneng sejauh 14 km. Udara terlihat cenderung berawan, dalam hati ketar-ketir dan terus berdoa semoga tidak hujan *ga bawa jas hujan :p.

Dari kampus IPB lewat jalan raya, ke kanan (barat) ke arah Leuwiliang, sampai dengan terlihat gunung Ciampea dari dekat, maka ketemu jalan Cinangneng, masuk ke kiri dan mulai menyusuri jalan kecil ini yang tidak terlalu ramai tapi juga nggak sepi, angkot lumayan banyak lewat sini. Mula-mula datar, atau miring landai. Dari sisi kemiringan, bagian ini cocok untuk pemanasan, sekaligus mulai ketahuan masalah-masalah minor pada sepeda, seperti: settingan RD lari-lari, ketinggian seat post kurang pas *bisa bikin si “otong” mati rasa :p, ban kurang angin, serta mengatur setelan nafas. Selepas 7 km dari titik start tanjakan-tanjakan kecil sudah mulai menguras otot betis, di depan beberapa goweser sudah nangkring di warung-warung pinggir jalan, biasa jajan dulu, mulai dari pisang goreng, bakso cilok, uli sampai teh anget.

Beberapa kilometer sebelum tiba di Curug Luhur *check point pertama, tanjakan-tanjakan menyiksa seakan tanpa ujung harus dilewati, dari kiri-kanan terdengar sorak-soray anak-anak SD yang baru pulang sekolah, “Ayo Om Ayo Om…Terus terus!!” seru mereka menyemangati, bahkan sampai lari-lari bersama kami yang naik sepeda, nah loh kok jadi mereka lebih cepat??

Tiba Di pertigaan Gunung Bunder, kita belok ke arah kiri. “Curug Nangka masih jauh mas, Curug Luhurnya sudah dekat” warga setempat memberi info. Di depan sudah ada turunan yang didamba semenjak tadi, dengan sudut kemiringan hampir 60°. Tanpa ragu, kami langsung melahapnya, wuuuuzzz!!! sensasi yang dirasakan luar biasa, walau jantung sedikit dag-dig-dug. Pukul 11.30 para goweser yang sudah banyak yang sampai di warung depan gate Curug Luhur, sekalian makan siang. Sialnya penahan-kawat-gigi-ku bermasalah, akhirnya makan jadi susah T-T. Dengar-dengar kabar, 5 orang goweser paling depan tidak melihat gate Curug Luhur yang terletak setelah turunan panjang, sehingga mereka keterusan, bahkan sudah finish di Curug Nangka *mantabz dah tu orang-orang ^^;.

Perjalanan dilanjutkan menjelang pukul 12.00, perut sudah kenyang dengan tahu 2 biji plus sayur asem, cadangan air minum sudah diisi, Berangkat!!. Kombinasi tanjakan dan turunan sudah menghadang di depan, sempat merasa akan keram saat menjajal tanjakan panjang, mungkin karena otot-otot belum panas setelah istirahat, tempo gowes sedikit dikurangi dengan mengatur shifter ke settingan gear rendah, beberapa goweser pun aktif menyalip dari sisi kanan. Di depan, turunan yang didamba sudah menunggu, nafsu meningkat gowes pun makin cepat, Wuuzzzz ngacir…

Sekitar pukul 13.44 rombongan goweser sudah mencapai gate Curung Nangka dengan membayar Rp. 7.500/orang, lanjut gowes sepeda ke dalam. Diiringi hutan cemara, lembah sungai yang lebar, udara lembab khas hutan dan rintik-rintik kecil gerimis. Untuk menikmati curug harus jalan kaki supaya lebih nyaman, karena itu sepeda diparkir pada lapangan terbuka sekitar kawasan hutan Curug Nangka. Saking indahnya pemandangan alamnya, banyak waktu yang dihabiskan disini, mulai dari makan jajanan yang disajikan di warung setempat, sampai narsis-narsisan.

Karena udah mulai gelap sehingga kurang safe, maka 1 target tempat wisata, yaitu Pura Petilasan Prabu Siliwangi terpaksa diskip. Pukul 15.30, mulai turun melalui jalan Sukajadi yang beraspal mulus dan full turunan, cukup berbahaya kalau terlalu bernafsu, karena jalannya sepi namun sempat ketemu kampung, juga terdapat tikungan patah dan polisi tidur di turunan kencang. Wuzzz ngacir dengan kecepatan 64 km/jam. Tembus di jalan raya antara Darmaga dan IPB, melaju sedikit ke barat, tiba di IPB Darmaga pukul 16.15. Setelah tiba di gate IPB langsung ngacir ke WC, kasi setoran yang sudah full dari tadi, ganti baju dan celana yang basah akibat hujan, loading sepeda ke truk box, kumpul sebentar untuk briefing pembubaran dan pulang, Waduh macet!! dua dari tiga lajur ke arah tol dikuasai angkot, dengan nomor yang sama pula -.-;.

*Beberapa Foto dan Referensi Diambil dari Om Hanif, Thanx To Him🙂.

5 Responses to “[Gowes] Curug Nangka”

  1. wekks beneran tuh jek naek spedaa??

    ck ck ck makin item aja lo😛

  2. yoai.. dari sononya juga dagh item do.. dibikin sekalian aja😀

  3. kojek kalo dikatain item mah ndak ngaruh… udah sadar diri dia.. haha..

    nice journey bro…

  4. seliable ga jek treknya?

  5. Klo Selinya dah diupgade sih kayaknya seliable coh. On Road Track Kok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: