Articles

Medan: Mudik, Lebaran dan Kejutan (Part 1)

In Bike, Love, Road Trip on October 5, 2009 by ardisama84 Tagged: , , , , , ,

Tabuh genderang kebebasan sudah terdengar, saatnya mudiiik!!!. Hari ini adalah hari sabtu, 19 September 2009, sama seperti tanggal yang tertera pada tiket Batavia Jakarta-Medan yang sudah ku beli jauh-jauh hari. Malam sebelumnya mata ingin seakan tak bisa menutup tuk istirahat sejenak sebelum sahur datang, bukan karena nafsu menggebu-gebu untuk mudik, melainkan keharusan untuk mem-packing barang-barang bawaan. Tidak seperti mudik di tahun-tahun sebelumnya, mudik kali ini bawaanku sedikit berat, bahkan bisa dibilang jauh lebih berat dari biasanya. Normalnya aku mudik tidak memasukkan barang ke bagasi, karena yang dibawa cukup untuk masuk ke kabin, kali ini aku membawa sepeda. *Silent… Yup S.E.P.E.D.A., sepeda, boleh donk sekali-kali beda. Membawa sepeda ke luar kota mungkin masih jarang terlihat di Indonesia, namun hal ini mungkin sudah sering dilakukan oleh sebagian orang, bukan hanya untuk perjalanan dalam negeri, beberapa orang juga membawa sepeda untuk perjalanan ke luar negeri.

Mem-packing sepeda itu gampang-gampang susah. Hal yang harus dilakukan adalah pertama lepas roda depan dan belakang, dan masukkan ke dalam tas roda, jangan lupa untuk mengurangi tekanan udara di ban, karena beberapa maskapai tidak mengijinkan barang bertekanan untuk dibawa naik ke pesawat. Lalu lepaskan handle bar, pedal dan RD, kemudian lekatkan pada bagian frame agar terlindung dari benturan akibat bantingan sewaktu sepeda dinaikkan ke pesawat. Sebagai wadah sepeda, digunakan tas sepeda seharga 400rb yang dibeli dari member di forum sepedaku.com, tentu lapisan kain tas tak akan cukup untuk perlindungan sepeda untuk itu pada bagian dalam diberi lapisan kardus sepeda, bisa didapat dari toko sepeda manapun, kalo yang jual baik bisa dapat gratis, kalau sedikit komersil bisa mencapai harga 20rban Ha3, intinya sih tergantung pintar-pintar nawar. Kardus sepeda dipotong-potong sedikit bagiannya agar sesuai dengan tas, setelah jadi tinggal dimasukkan ke dalam tas. Part sepeda yang sudah dilepas-lepas tadi dimasukkan kedalam tas, lapisi bagian frame dengan koran atau bublewrap, saya sendiri menggunakan nitron *dapet dari kantor, sisa-sisa development tahun lalu ^^y, agar lebih aman pada bagian-bagian tertentu diselipkan sterofoam, seperti pada fork. Oiya hampir lupa, pasang spacer pada fork dan frame, agar bentuknya tetap ketika mendapat tekanan dari luar. Packing sudah beres, tinggal ditimbang, hari itu saya meminjam timbangan badan dari pak Erwan (Yang Punya Kontrakan), setelah timbang menimbang ternyata beratnya 23.5 Kg, wah bakal kena charge tambahan nih, perlu siapin duit tambahan sepertinya.

Perjalanan ke Bandara saya tempuh menggunakan bis Damri jurusan Bandara Soekarno-Hatta, yang untuk daerah bekasi pangkalannya terletak di belakang Giant, Bekasi Barat. Untuk Giant saya menggunakan taksi, maklum dulu waktu ke jogja pernah nyoba naik ojek ke terminal, alhasil sudah bayar tidak beda jauh dari naik taksi, tambah lagi sakit pinggang menahan tas yang terhembus angin kencang saat motor melaju ^^;. Perjalanan dari rumah ke giant menghabiskan sekitar 23rban, mahal ya? daripada capek :p. Tiba di Giant tas langsung saya bawa menuju bagasi bisa, Hmmppp… menahan nafas karena saking beratnya tas ini. Dari Bekasi menuju Bandara menghabiskan biaya 28rb.

Tiba di Bandara, tepatnya di terminal 1B, turun dari bis saya langsung ke sisi bagasi tuk mengambil tas, dan segera berjalan *sambil bawa tas, ukh.. beratnya sambil pasang muka sok kuat ^^; ke arah troli yang berjajar di tempat menunggu bis. Dari situ saya langsung masuk ke dalam tuk check-in, sempat ada perasaan khawatir apakah tas sepeda bakal masuk ke x-ray scan check, namun rasa itu langsung sirna seketika saat tas sepeda melaju mulus masuk kedalam mesin scan. Setelah itu mengantri untuk check-in di unit pelayanan tiket Batavia, disana sempat ditanyai apa isinya, saya jawab polos saja sepeda dan minta ditempeli stiker “Fragile”. Setelah ditimbang ternyata berat tas memang 23,5 Kg, sudah siap-siap sambil dompet, ternyata malah tidak kena charge, padahal beban maksimum yang diperbolehkan untuk 1 penumpang itu 20 Kg. Sambil senyum-senyum, memasukkan kembali dompet ke kantong dan memegang boarding pass saya berjalan menuju boarding room, sebelumnya beli buku dulu di periplus, maklum sepupuku Diah, sudah menagih hadiah ulang tahun yang dulu pernah ku janjikan.

Sambil menunggu di boarding room, saya buka laptop, memainkan game FM yang hampir 2 tahun tidak dimainkan. Tiba-tiba melintas 2 rekan sekantor yang juga akan pulang ke medan, si Zupe dan Barry. Ya sudah sambil menunggu kita ngobrol lama, mulai dari cerita si Zupe yang hapenya tertinggal di kamar gara-gara ulah si Barry yang menaruh hape Zupe di bawah bantal sampai aksi si Barry yang membuat heboh mushola bandara gara-gara salah ambil sandal orang ^^;. Sekitar pukul 13.00 kami naik ke pesawat dan kurang lebih 15 menit setelahnya kami sudah berada di udara, Medan Here I Come!!

Tiba di Medan sekitar pukul 15.00 namun baru keluar bandara 30 menit kemudian, karena menunggu bagasi dulu. Di luar bandara saya langsung disambut oleh Diah, sambil membawa tas yang berat ini dan diliatin beberapa orang, mungkin mereka heran, ini orang kecil-kecil kok bawaannya besar sekali ^^, di Medan tidak seperti di Jakarta, troli sangat jarang entah berada dimana semua troli ketika itu. Terpaksa dari lobi bandara sampai tempat parkir tas sepeda dibawa sendiri, untungnya ditengah jalan ada troli kosong, hi3 lucky. Saat memasukkan tas ke dalam mobil, tiba-tiba sepupuku berteriak dan melambaikan tangan ke arah jauh, ternyata itulah icha, temannya yang rencananya akan dikenalkan denganku, kebetulan saat itu tantenya juga datang dari jakarta, malah mungkin satu pesawat denganku. Tiba di rumah Om rahman di kawasan USU, ketemu Tika, sepupuku juga, beserta suami dan anaknya shipo yang baru berusia 2 bulan. Disana dan saat itu sepeda langsung dirakit karena sehabis buka rencananya langsung menuju ke kediaman mbah di asam kumbang.

Adzan magrib telah berkumandang, saatnya buka, sambil menyantap kolak pisang dan ditutup dengan nasi goreng. Senam-senam dikit untuk pemanasan, bersama dengan Om Rahman dan Diah naik mobil sebagai guide di depan, saya meng-gowes menuju kediaman mbah. Awalnya saya kira jauh ternyata cukup dekat, tak perlulah bermandi keringat, cukup bulir-bulir kecil. Sampai di kediaman mbah, saya langsung turun dari sepeda, masuk kedalam rumah dan berteriak Assalammualaikum!!, bulek-bulek yang ada disana spontan berteriak “Ardiiiii”, namun si mbah masih diam, dan menanyakan siapa ini *gubraks, tampaknya dia sedikit lupa dengan sosok saya, maklum sudah tua ^^;. Suasana pun jadi rame, rencana membuat kejutan sukses besar, walaupun beberapa dari tante-tante sudah ada yang tahu soal kedatangan saya.

A bike and his family

Malam itu dan untuk 5 hari ke depan saya tidur di rumah tante nanny, di kamar si Prima. Bersama dengan Ariq kami pun tidur di kasur yang sama bertiga, perebutan daerah kekuasaan kasur+bantal+guling pun sering terjadi Ha3 ^^.Takbir, Tahlil dan Tahmid Berkumandang di sekitar rumah malam itu, diiringi dentuman kerang kembang api tanpa henti, memeriahkan malam tanpa bintang malam itu.

Esok paginya gema idul fitri sudah dapat didengar selepas solat subuh, kami pun mandi dan bersiap menuju masjid yang berada di luar gang rumah. Solat ied berlangsung sekitar 1 jam, kami pun pulang dan bersiap ke acara maaf-maafan. Acaranya sederhana setiap mbah, anak dan cucu saling bergiliran saling memaafkan, dibuka oleh saya selaku perwakilan dari anak tertua ho3, dilanjutkan dengan sungkeman ke mbah akung dan mbah uti, tangis dan haru tampak di sebagian wajah-wajah mbah, om, tante dan sepupu.

The Soekarno's

Karena perut sudah keroncongan si mbah dengan gaya retro lucunya langsung menyuruh kita makan, ketupat, rendang, opor dan lain-lain sudah siap santap. Hmm.. Yummy benar-benar suasana khas lebaran yang ku rindukan.

Eat

One Response to “Medan: Mudik, Lebaran dan Kejutan (Part 1)”

  1. cit cuit..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: