Articles

Next Stage Project: Bumblebee Ver 2.0

In Bike on September 13, 2009 by ardisama84 Tagged: , ,

Hidup adalah perubahan, baik disadari atau tidak masing-masing dari kita berevolusi menjadi sesuatu yang berbeda dari waktu ke waktu, contoh paling mudah adalah dengan memperhatikan balita yang belajar berjalan, perlahan tapi pasti mereka berkembang dari waktu ke waktu, mulai dari duduk, kemudian merangkak, berdiri, jalan terbata-bata dan akhirnya bisa berjalan lancar dan berlari. Apakah intinya? Intinya setiap perubahan selalu ada hasil akhir yang ingin dicapai, entah berapa lama dan butuh berapa tahap untuk sampai ke hasil tersebut. Walau perlu disadari, untuk beberapa hal, terkadang kita menginginkannya untuk selalu demikian (baca: tidak berubah).

Perubahan juga lah yang melatar-belakangi dilakukannya peng-upgrade-an bumblebee. Tentunya perubahan yang dilakukan disini harus berasaskan atas kebutuhan bukan demi gengsi atau prestise. Karena gengsi atau prestise selalu berbanding lurus dengan jumlah uang yang dikeluarkan tapi tidak dengan kebutuhan. Bikin rumus ah..

Σ(Uang)/kebutuhan=Prestise…(1)

Riwayat peng-upgrade-an dimulai dari ban, waktu itu untuk mengikuti event sunset ride anyer diperlukan ban dengan pentul-pentul *entah apa istilahnya*, semetara ban default yang ada adalah untuk comutter dengan bagian tengah ulir jalan raya dan pinggirnya ada pentul-pentul tapi dikit. Tentunya akan sangat berbahaya menggunakan ban dengan karakter jalan raya pada medan cross country yang notabenenya penuh dengan bebatuan, kerikil-kerikil halus dan lintas makadam menjebak. Atas dasar itu akhirnya ban default bumblebee di upgrade ke ban Kenda Karma 26″x2.0, pentul-pentulnya ada tanda minus dan plus, entah apa kaitannya dengan karma, dan fungsinya pun tak jelas *g ada buku manualnya sih. Ban tersebut dibeli dari Om Asol seharga 300ribu sepasang, sudah termasuk ban dalam juga.

Dengan bermodalkan upgrade hanya pada ban berangkatlah diriku ke Sunset Ride Anyer, awalnya masih takut-takut kalau melewati turunan dengan medan berbatu-batu diselingi kerikil-kerikil kecil yang kadang menjebak (baca: salah dikit bisa nyosor), setelah beberapa kali melewati medan dengan tipikal yang hampir sama, akhirnya lepaskan rem, konsentrasi di kontrol handel bar dan titik berat, sensasi yang dihasilkan wuuuh Luar Biasa!!. Ditambah lagi dengan iringan musik dari ipod yang menderu-deru membakar semangat, jadi suara-suara menakutkan dari baik dari batu-batu yang terlindas maupun suara kraaak kreekk dari drivetrain diabaikan begitu saja (bukan contoh yang baik dalam bersepeda :p).

Akhir cerita dari Sunset Ride Anyer, walaupun berhasil finish, tampaknya si bumblebee mulai aneh, shifting gear mulai kacau (baca:suka lompat-lompat atau tidak sesuai settingan pada shifter), lalu shifter jadi kerasnya minta ampun, sampai pergelangan tangan nyeri setelah event Sunset Ride. Hal ini kemungkinan si bumblebee terlalu dipaksakan ketika menghajar track menuju Anyer, sehingga ya begitu itu, settingannya amburadul.

Berpikir dan berpikir keras, bertarung argumen dengan diri sendiri sampai menghabiskan waktu berminggu-minggu, untung tidak sampai ngomong sendiri :p akhirnya diputuskan untuk meng-upgrade pada sisi drivetrain, karena kebutuhan akan ketahanan sepeda dalam menghadapi track cross country. Untuk budget diambil dari THR, dengan konsekuensi tidak belanja baju dan celana saat menjelang lebaran (No problemo, baju lama masih bagus-bagus). Yup upgrade dimulai dari Crankset, menggunakan Crankset Shimano Alivio plus Bottom Bracketnya juga Alivio, didapat dari penjual online Om Bernad (Lapak KeaKea).

DSC05268

Untuk Front Deraileur juga menggunakan FD Shimano Alivio, dibeli dari penjual yang sama. Untuk Rear Deraileur, saya sengaja memilih yang 9-speed, biar lebih nyaman dalam menjajal track tanjakan, dipilihlah RD shimano deore 592, didapat dari situs penjualan online sepedamtb.com.

DSC05269 copy

Nah untuk Cassete Sprocket dan Rantai, disamakan dengan RD, menggunakan CS dan Rantai dari Groupset Shimano Deore, tapi masih yang series lama, kalau RDnya sudah pakai series baru. Perbedaan yang nyata dari series baru dan lama adalah pada berat masing-masing komponen, yang lebih baru beratnya lebih ringan beberapa gram. Untuk shifter saya terkena racun sakti, dan akhirnya menggunakan shifter Shimano SLX 660, dengan harga lumayan bisa dapet 16 paket combo 1 KFC. CS, Rantai dan Shifter didapat di toko Nusantara Makmur.

DSC05267

Hampir lupa, stem dan handle bar juga diupgrade untuk mendukung shifternya, ya tentunya harus nambah lagi buat grip. Dan satu lagi karena 9-speed, otomatis Hub default dari bumblebee tidak compatible, jadi harus ganti lagi *capee dech*, hub diupgrade ke hub formula non bearing. Total biaya kira-kira mencapai 1.XXX.000 IDR, saya tidak ingat dan tidak mau mengingat lagi, dah keburu pusing sih :p.

DSC05271DSC05270Nah upgrade terakhir pada tahap ini adalah dari sisi suspensi, bagian fork depan sekarang dirasa sudah tidak empuk lagi, sangat tidak nyaman ketika menghajar jalan-jalan berlubang. Dari berbagai macam merk fork murmer, mulai dari RST Gila, RST Launch, dan lain lain, akhirnya dipilihlah Suntour XCR dengan travel 120mm preload. Pada sesi uji coba menggunakan fork ini, hwaaaah mantaps rasanya, lumayan lembut ketika menghajar polisi tidur.

DSC05266Tentunya upgrade ini tidak berhenti sampai di sini saja, dengan pertimbangan kebutuhan di masa depan, bukan tidak mungkin proses upgrade tahap 2 akan dilaksanakan. Tentunya selalu berasaskan kebutuhan. Prinsip Upgrade AJe!!

Untitled-1

2 Responses to “Next Stage Project: Bumblebee Ver 2.0”

  1. ga ngarti..

  2. kapan apgret nambah mesin?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: