Articles

Sepeda Itu Pilihan Hati

In Aje's News, Road Trip on June 16, 2009 by ardisama84 Tagged: , , ,

Tampaknya kondisi ekonomi tidak mempengaruhi nafsu menderu-deru penduduk Indonesia untuk memilik kendaraan bermotor, entah atas alasan gengsi ataupun kebutuhan. Mudahnya kredit yang diberikan oleh dealer-dealer nasional lebih memantapkan naiknya angka penjualan. Salah satu contohnya adalah pada saat saya mengunjungi salah satu Mall di Jakarta, dimana berdiri tegap bagai penggerek bendera, banner-banner bertuliskan cukup dengan foto kopi KTP dan KK bisa bawa pulang motor WTF!!, mungkin untuk mobil agak sedikit rumit dah mahal. Mungkin ini salah satu penyebab makin ramainya lalu lintas dengan kendaraan roda dua.

Saat pertama masuk kerja saya pernah bercita-cita, “Nabung ah, pengen beli Yamaha-Vixion, keknya keren, g terlalu besar lagi”. Itulah yang ada di pikiran saya saat itu, didorong oleh kebutuhan akan transportasi untuk kerja, turing dan lain-lain serta Gengsi tentunya. Seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai muak dengan motor-motor yang berseliweran tidak karuan di jalan-jalan, terutama lintas kalimalang Bekasi~Cikarang, ditambah lagi dengan perilaku pengendara yang tidak dewasa, main kibas kiri~kanan ga jelas. Haah!! kapan negeri ini akan dewasa dengan sikap perilaku seperti itu, tiada rasa hormat antara pengendara satu dengan lainnya, jelas SIMnya pasti nembak semua *termasuk saya hihihiihihi.

Setiap sabtu biasanya saya masuk kerja (Over Time) tidak naik bus jemputan, biasanya sih nebeng temen. Seperti biasa salah satu jalur favorit adalah lintas kalimalang, kondisi dari pagi sampai menjelang malam selalu full motor, sedikit berbahaya bagi pengendara motor yang kurang handal, terutama ibu-ibu, cewe berjilbab ama bapak-bapak PN yang dah berumur hehehhehehe no offence lho. Alhasil begitu sampai kantor, Jaket dah seragam sudah bau bensin campur oli, Arggh!! tuh kan tambah muak lagi.

Rentetan peristiwa santapan sehari-hari ini membuat saya berpikir, sampai kapan akan begini negeri kita tercinta, rusak sudah lingkungan kita, mulai dari polusi udara, suara sampai sampah-sampah yang seenaknya diterlantarkan, ditambah lagi perilaku pribadinya yang sudah sangat buruk dilihat dari sisi moralitas *mungkin efek polusi sudah menurunkan tingkat kecerdasan kita untul berpikir panjang, yang ada hanya nafsu dan amarah. Banyak yang bilang perubahan dimulai dari diri sendiri, namun hanya sedikit yang melakukan perubahan itu sendiri, sampai akhirnya musnah tanpa arti. Untuk itu saya memutuskan untuk membatal rencana saya untuk membeli Yamaha~Vixion dan menggantinya dengan Sepeda~Onthel. Demi “Terciptanya Lingkungan Hidup yang Sehat”.

Dari keputusan itu saya mulai mencari-cari sumber informasi mengenai sepeda, mulai dari survey harga ke Hyper-Market seperti Carrefour maupun Giant, sampai datang langsung ke dealer utama sepeda. Dan diambil kesimpulan, ternyata mahal ya!! Sepeda yang saya incar pertama adalah Polygon Premier, menurut beberapa situs yang membahas sepeda, jenis ini cukup baik untuk pemula. Tapi harganya itu lho, Rp. 1.895.000,00. Uang sih ada, tapi untuk sekedar bersepeda tampaknya bagi saya masih termasuk mahal untuk harga segitu. Tapi dimana ada niat baik disitu selalu diberikan jalan oleh Allah SWT. Beberapa hari kemudian, rekan kerja di kantor ada yang menawarkan sepeda Polygon edisi B2W yang baru saja dipakainya selama dua bulan, kemudian dia kehilangan hasrat bersepeda. Sebenarnya dia juga masih ragu untuk menjualnya atau tidak, namun tanpa buang-buang waktu langsung saya kasih penawaran 1,3 juta *nawar sadis hihihihiihii. Akhirnya dia minta waktu sekitar empat hari untuk menimbang-nimbang beberapa aspek sebelum menjualnya. Masa menunggu berakhir, akhirnya dia mengirim sms penawaran harga, “Je, saya jadi jual sepedanya 1,5 juta ya, sudah lengkap helm, tempat minum, standar dan bel”. Tanpa pikir panjang langsung saja saya deal-kan, karena memang segitulah yang saya bayangkan. Uang diserahkan sepeda diambil, langsung lintas Cikarang~Bekasi. Kesan pertama adalah capee dan aduh!!! selangkangan nyeri :p.

DSC04539 copy copy

Dua bulan sudah saya berkelana dengan Bumblebee *begitu saya memanggilnya, kalo dibilang niru Transformer, masa bodo :p*, Ternyata asik juga apa lagi kalau sudah melintasi jalan penuh lubang, saya suka sensasi menghindar, lompat dan oper gigi, luar biasa menurut saya. Menyalip Mobil atau Motor adalah penghargaan tersendiri bagi saya hehehehe, masi maniak ngebut.

DSC04537 copy copyBiasanya untuk agenda Bike to Work, sengaja saya pilih pada hari Jumat, karena ditakutkan akan menggangu performa kerja akibat kelelahan jika rutin B2W dari Bekasi~Cikarang setiap harinya. Pada Jumat malamnya biasanya saya menginap di rumah salah satu rekan kerja, besok paginya masuk kerja (Over Time), sorenya main bola, malamnya pulang ke bekasi dalam mode nite~rider.

DSC04538 copy copy

Perlengkapan yang biasa dibawa ketika akan Bike to Work:1

1. Tas berisi alat mandi, handuk dan pakaian ganti.

2. Perlengkapan yang selalu dibawa saat kerja seperti handphone, dompet, name-tag dan kunci laci

3. Minuman.

4. Ipod dengan volume 80% biar mantabz.

5. Helm, Kacamata dan Masker

C’mon “Let’s reduce pollution & preserve natural resources while improving your healthiness and fitness”, seperti misi yang diemban oleh B2W-IndonesiađŸ˜€. Mari kita rubah kebiasaan buruk yang sudah mendarah daging demi masa depan yang lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: