



Hujan rintik-rintik mulai turun, sebagian tim 15 sudah mengenakan jas hujan, tau-tau eeh.. Hujan reda, hadeuh… Sia-sia pasang jam hujan. Ga berapa lama gowes nandjak, hujan turun lagi, deras pula, serasa dipermainkan oleh alam
.
Gowes hampir memasuki tanjakan diagonal, di pertigaan yang krusial, tim akap yang dipimpin om ratman dkk melakukan tawaf 1 kali keliling kebun teh he3.. NI1 lagi dah. Sambil menunggu tim akap kembali om anto menunjuk bukit posisi dari tanjakan diagonal, “setelah kebun teh habis, dekat kebun kina” kata beliau.
Benar saja tidak lama setelah melewati kampung cipanganten, tanjakan makadam diagonal keliatan, saya coba untuk gowes, dengan kondisi stamina, kontur trek dan sepeda, ujung-ujungnya selalu gagal dan harus TTB, memang trek maknyus, sakiiit dah!!.
Diujung kebun kina, akhir dari tanjakan diagonal, sambil istirahat, om antoix nyeletuk “mau gowes kesini lagi ga?” ditanyain ke tiap goweser, saya hanya bisa diam, tak sanggup berkata-kata
. Kang Yadi malah mau ngajakin NR kesana, waduh.












ditanya kok diam…. wkwkwkw….
ujan selesai kita kesana lagi yok!!
Iya om, dedengkot kiss yg ga bisa ikut kayak om owi n om evi pada penasaran pengen kesana