Articles

[Gowes] Curug Cigentis

In Aje's News, Bike, Road Trip on April 18, 2011 by ardisama84 Tagged: , , , , , ,

Nafas udah ngeh-ngehan,  peluh keringat bercucuran, jersey sudah tidak bisa menahan derasnya keringat, sampai-sampai kacamata juga berembun, lebih fatal lagi, air habis!!. Terpaksa minta air tetangga, seteguk Pocari Sweat cukup untuk menahan dahaga sementara, sambil mengingat-ingat kembali perjalanan menuju Curug Cigentis.

Minggu, 10 April 2011. Agenda Komunitas Sepeda Samsung (KiSS) kali ini adalah gowes ke Curug Gigentis, wisata alam yang terletak di kaki Gunung Sanggabuana, sekitar 44 Km dari pusat kota Karawang. Konon merupakan sisa-sisa dari “hijau”-nya Karawang yang semakin panas. Mengambil meeting point di samping Rumah Sakit Harapan Keluarga, tepat pukul 6.30 kami meluncur menuju Karawang. Lima kendaraan pribadi dan satu truk box pengangkut sepeda nguler di jalan tol untuk selanjutnya menuju kecamatan Pangkalan, Karawang Selatan.

Tiba di Pangkalan, sepeda-sepeda diturunkan dari truk box, bekal dan pernak-pernik gowes dimasukkan ke tas, tak lupa “bongkar-muatan” di toilet masjid. Setelah briefing dan doa bersama oleh Om Owi serta sesi foto, gowes pun dimulai. Memasuki areal perkampungan warga, dengan medan jalan berbatu, tanah dan makadam, beberapa goweser sempat kaget ketika dihadapkan dengan tanjakan, dan TTB pun dimulai.

Makin ke dalam nuansa pedesaan makin kental, memasuki hutan bambu kemudian melewati areal persawahan. Untung bagi kami, cuaca minggu ini sangat mendukung, menurut cerita goweser yang sudah pernah menjajal trek ini, kalau habis hujan kondisi tanah berlumpur cukup untuk membuat “donat” di ban sepeda anda.

Mampir di warung warga, di depannya tersaji pemandangan areal tambang pasir dan batu yang cukup luas. Dari kejauhan tampak tumpukan batu-batu kecil menggunung dalam jumlah yang tidak bisa dibilang sedikit.

Sepertinya penambang batu dan pasir merupakan salah satu dari mata pencaharian pokok warga desa ini, terlihat dari banyaknya penambang, gerobak, serta truk angkutan batu.

Kami harus menyebrangi sungai untuk melanjutkan perjalanan. Lebar sungai hanya sekitar 60-70 m, dengan kedalaman bervariasi 20-40 cm.

Titik henti berikutnya adalah Vila Haji Agus, masih ditemani hawa panas yang cukup menyengat, areal perumahan desa, trek berbatu dan kombinasi tanjakan dan turunan. Sekitar pukul 12.00 siang, seluruh rombongan telah tiba di Vila Haji Agus yang sekarang berganti nama jadi Kampung Wisata Curug Cigentis. Wajah-wajah lelah tampak pada muka para  goweser, sampai-sampai cuma bisa senyum gigi tanpa variasi saat sesi foto.

Fasilitas Kampung Wisata Curug Cigentis cukup lengkap mulai dari Rumah Makan sampai Waterboom juga ada, saat melihatnya ingin rasanya nyemplung, jersey sudah terasa gerah di kulit.

Di tempat ini kami istirahat sekitar 1-2 jam untuk solat, makan dan melemaskan otot-otot yang tegang. Makanan khas sunda dihidangkan untuk makan siang, ada ayam goreng, gurami goreng, tahu-tempe dan tumis kangkung, Pokoknya Yummy!! deh.

Lokasi Curug Cigentis masih 4 Km lagi, itu pun trek tanjakan maut semua, makan siang tadi seakan tidak ada artinya goweser bergerak menanjak meter demi meternya, sering kali di-”susupi” dengan TTB. Sesekali para wisatawan yang kebanyakan anak muda memberi semangat sambil ketawa cekikikan, kumpulan orang kelebihan tenaga mungkin pikir mereka.

Tim goweser pertama yang mencapai pintu masuk kawasan Curug Cigentis, biaya masuk murah saja cuma Rp. 6.000,- saja. Setelah bayar kami pun langsung masuk, ada pilihan untuk menitipkan sepeda, tapi kami lebih memilih untuk membawanya ke curug, biar eksis kalo kata iklan di televisi. Waduh ternyata medan menuju curug berbatu besar-besar terkadang cadas, menyusahkan kami untuk membawa sepeda, dengan terpaksa kami angkat, seret dan gotong sepeda. Pemandangan kurang mengenakan sempat kami lihat di areal Curug Cigentis, sepasang anak muda diburu asmara sempat berbuat tindakan asusila yang tidak pantas, namun kami cuek saja tidak digubris, udah ga ada tenaga sih, nanjak aja susah ;P.

Inilah akhir perjalanan hari ini, Curug Cigentis. Foto narsis, cuci sepeda, mandi di kucuran curug kemudian pulang. Full Downhill, tapi harus hati-hati karena banyak wisatawan lain yang juga turun sambil jalan kaki. Next Gowes, Gunung Padang, Cianjur bersama Cikarang-MTB

About these ads

7 Responses to “[Gowes] Curug Cigentis”

  1. keren.., kuat juga nyampe atas….padahal jalanannya banyak batunya..sip..

  2. iya nal, jalan aja udah berat, tambah dorong2 sepeda. cape deh. tapi turunnya puas :D

  3. Perasaan masih mantapan Curug Siliwangi,….dech,.
    Ngacir,.
    gimana masih kangen kan ma Curug Siliwangi nya ?
    :)

  4. Wah jadi inget. ganti sandal ane rus *kejar rus*

  5. wah ada jenal

  6. manatab euy…..

  7. wah mantapppppp……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: